Selasa, 03 Maret 2009

Jadwal kegiatan OFS ibu Yacoba Cipanas

Untuk bulan Maret 2009 kegiatan pertemuan rutin akan diadakan hari minggu tanggal 15 maret, seperti biasa kegiatan akan diadakan di Gereja Maria Ratu para malaikat Cipanas. jam 10 tepat

Minggu, 01 Maret 2009

Pertemuan Keluarga Fransiskan


Pertemuan Keluarga Fransiskan
Telah berlangsung Pertemuan Fransiskan di Biara St. Clara tanggal 23 Februari 2009.Pertemuan ini merupakan tatap muka dengan minister Jenderal OFM dari Roma Father Jose Rodriguez, OFM yang datang bersama dengan Father Ambrosius Nguyen van Si dari Vietnam. Hadir pula Minister Jenderal Nasiona Pastor Paskalis Bruno, OFM.Pertemuan itu mempertemukan wakil-wakil dari semua ordo fransiskan secara lengkap: Ordo Pertama OFM, Ordo Kedua Suster Klaris, Ordo Ketiga, Suster FMM dan SFS, Ordo Ketiga Fransiskan Sekuler.Hadirin datang dari Bandung, Sukabumi dan Cipanas.Yang menjadi mata acara adalah:1. Memperkenalkan karya fransiskan di Cianjur dan Cipanas dengan penayangan audio visual2. Mendengarkan pengarahan dari Father Jose3. Foto bersama per group4. Makan malam bersamaAcara ditutup dengan dengan berkat dari Father Jose.Dalam acara itu diumumkan bahwa Pastor Damai yang hadir pada saat itu akan berangkat ke Vietnam untuk bertugas di sana. Keberangkatannya tanggal 25 Februari bersama Father Ambosius Nguyen van Si. Semua hadirin mendoakan Pastor Damai agar dapat menunaikan tugas dengan baik di tempat yang baru.**

Foto bersama Fr. Jose, tanggal 23 Februari 2009, di Biara St. Clara, Cipanas



Ceramah Father Jose Rodriguez di Biara St. Clara, 23 Februari 2009
* Komentar Father Jose Rodriguez tentang kerja sama keluarga Fransiskan di Jawa Barat“Saya berterima kasih atas presentasi karya di daerah ini. Melalui presentasi ini terlihat betapa baikya kerjasama di antara para pengikut fransiskan di daerah ini.Saya tak bisa berkata lain kecuali mendorong, menghangatkan, memberi semangat kepada kalian untuk meneruskan kerjasama yang baik ini”.* Dari yang baik menuju kepada yang lebih baik“Selama bertahun-tahun lamanya ada anggapan bahwa OFM menjadi direktur ordo ke tiga sekular. Menurut konstitusi ordo kalian dan ordo kami, kami ordo pertama bukanlah pemimpin kalian, melainkan asisten atau pendamping kalian. Hal ini mengubah sungguh-sungguh hubungan antara kami dan kalian. Kalian memang membutuhkan kami, maka saya tidak setuju dengan beberapa saudara fransiskan yang mengatakan bahwa kami tak punya urusan dengan ordo ke tiga. Saya mengungkapkan: Kalian memang membutuhkan kami tapi sebagai pendamping, tidak sebagai direktur.Apa yang dapat saya katakan kepada ordo ke tiga sekular: “Kalian adalah ordo ke tiga sekular. Jadilah tetap sekular. Kalian tidak dapat menjadi seperti kami. Di dalam keluarga fransiskan, tempat kalian bukan di dalam biara atau di dalam gereja melainkan di luarnya, yaitu di dalam masyarakat. Tetaplah di dunia ramai.”“Ada bagian di dalam konstitusi ordo secular yang akan saya terapkan pada semua, yaitu pada permulaan konstitusi, agar ‘Melangkah dari Injil ke kehidupan dan dari kehidupan ke dalam Injil’. Bergeraklah antara kedua kutub ini. Ini penting bukan hanya bagi kalian tapi juga sangat penting bagi kita semua.”* Aspek-aspek pendidikan di dalam keluarga fransiskan“Untuk menjawab panggilan kita dan tuntutan jaman sekarang ini kita butuh pendidikan yang baik. Apa yang akan saya katakan berlaku juga bagi para suster Klaris.Tidak cukuplah hanya dengan contoh yang baik. Tentu contoh yang baik penting, tapi tidak cukup. Kita harus siap untuk masuk dalam dialog dengan budaya jaman ini. Dan pendidikan harus menyentuh dan membicarakan berbagai aspek dari kehidupan jaman ini, yaitu dimensi manusia, dimensi kristiani, dimensi karismatik dan dimensi intelektual.Juga dapat dikatakan bahwa pendidikan harus menyentuh pendidikan pribadi manusia. Pertama, yang berpusat di kepala kita; artinya, pendidikan harus memberi kita dimensi yang baru akan ide-ide atau konsep-konsep yang baru. Pusat kedua adalah hati; artinya, pendidikan harus juga menyentuh perasaan kita. Kalau tidak memperhatikan hati dan hanya kepala saja, maka pendidikan itu hanya teori saja, ideologis saja. Pusat ketiga yang harus disentuh pendidikan adalah tangan kita. Kita mempergunakan tangan kita untuk kehidupan yang biasa. Apa yang kita terima di kepala, kita internalisasikan di dalam diri kita sendiri dan mempraktekkannya melalui tangan kita. Pendidikan harus dapat dinyatakan dalam kehidupan. Yang terakhir adalah kaki kita. Kita perlu menggunakan kaki kita untuk berjalan, maka dalam hal ini pendidikan harus dapat membimbing kita menjalani kehidupan kita.”* Penutup“Teruskanlah kerjasama kalian itu. Kita saling membutuhkan. Hormatilah perbedaan-perbedaan di antara kita dan berilah tekanan kepada pendidikan. Terima kasih”. Demikian Father Jose mengakhiri pembicaraannya. **