Minggu, 12 April 2009

Kamis Putih

Dari mengikuti misa kamis putih kemarin, kembali aku membayangkan bagaimana Yesus Tuhan mau mencuci kaki muridnya yang merupakan bagian tubuh yang paling rendah dan biasanya paling kotor.......bagaimana dengan sikapku selama ini ?

Minggu, 05 April 2009

Minggu Palma

Pada setiap minggu palma yang biasa dilakukan tiap tahun sebagai awal dari pekan suci, selalu diawali dengan perarakan dengan daun palma yang mengingatkan saya bahwa bagaimana pada masa Yesus dulu begitu luar biasa diagungkannya layaknya selebritis zaman sekarang tetapi pada misa minggu palma selalu bacaan injilnya adalah kisah sengsara Yesus , sehingga hati ini seakan dibawa dalam 2 kondisi yang begitu kontras, disatu sisi Yesus begitu diagungkan dan disisi lain semua orang seakan meninggalkan dia yang dapat didengar dari teriakan masyarakat pada waktu itu yang lebih memilih penjahat daripada Yesus, malahan mereka berteriak teriak untuk menyalibkan dia........
Aku jadi tergelitik apabila pada saat itu aku ada dimasa Yesus apakah aku juga akan berteriak salibkan dia ! aku tidak bisa membayangkan aku dapat mengucapkan kalimat itu, tetapi aku menyadari bahwa pada saat ini aku juga sering memilih berbuat dosa daripada patuh pada ajaranNya apakah ini juga merupakan bentuk lain dari teriakan salibkan Dia.........sebuah awal refleksi untukku agar lebih mewujud nyatakan imanku dalam perbuatan dan keseharianku....bagaimana dengan saudara/i??

Selasa, 03 Maret 2009

Jadwal kegiatan OFS ibu Yacoba Cipanas

Untuk bulan Maret 2009 kegiatan pertemuan rutin akan diadakan hari minggu tanggal 15 maret, seperti biasa kegiatan akan diadakan di Gereja Maria Ratu para malaikat Cipanas. jam 10 tepat

Minggu, 01 Maret 2009

Pertemuan Keluarga Fransiskan


Pertemuan Keluarga Fransiskan
Telah berlangsung Pertemuan Fransiskan di Biara St. Clara tanggal 23 Februari 2009.Pertemuan ini merupakan tatap muka dengan minister Jenderal OFM dari Roma Father Jose Rodriguez, OFM yang datang bersama dengan Father Ambrosius Nguyen van Si dari Vietnam. Hadir pula Minister Jenderal Nasiona Pastor Paskalis Bruno, OFM.Pertemuan itu mempertemukan wakil-wakil dari semua ordo fransiskan secara lengkap: Ordo Pertama OFM, Ordo Kedua Suster Klaris, Ordo Ketiga, Suster FMM dan SFS, Ordo Ketiga Fransiskan Sekuler.Hadirin datang dari Bandung, Sukabumi dan Cipanas.Yang menjadi mata acara adalah:1. Memperkenalkan karya fransiskan di Cianjur dan Cipanas dengan penayangan audio visual2. Mendengarkan pengarahan dari Father Jose3. Foto bersama per group4. Makan malam bersamaAcara ditutup dengan dengan berkat dari Father Jose.Dalam acara itu diumumkan bahwa Pastor Damai yang hadir pada saat itu akan berangkat ke Vietnam untuk bertugas di sana. Keberangkatannya tanggal 25 Februari bersama Father Ambosius Nguyen van Si. Semua hadirin mendoakan Pastor Damai agar dapat menunaikan tugas dengan baik di tempat yang baru.**

Foto bersama Fr. Jose, tanggal 23 Februari 2009, di Biara St. Clara, Cipanas



Ceramah Father Jose Rodriguez di Biara St. Clara, 23 Februari 2009
* Komentar Father Jose Rodriguez tentang kerja sama keluarga Fransiskan di Jawa Barat“Saya berterima kasih atas presentasi karya di daerah ini. Melalui presentasi ini terlihat betapa baikya kerjasama di antara para pengikut fransiskan di daerah ini.Saya tak bisa berkata lain kecuali mendorong, menghangatkan, memberi semangat kepada kalian untuk meneruskan kerjasama yang baik ini”.* Dari yang baik menuju kepada yang lebih baik“Selama bertahun-tahun lamanya ada anggapan bahwa OFM menjadi direktur ordo ke tiga sekular. Menurut konstitusi ordo kalian dan ordo kami, kami ordo pertama bukanlah pemimpin kalian, melainkan asisten atau pendamping kalian. Hal ini mengubah sungguh-sungguh hubungan antara kami dan kalian. Kalian memang membutuhkan kami, maka saya tidak setuju dengan beberapa saudara fransiskan yang mengatakan bahwa kami tak punya urusan dengan ordo ke tiga. Saya mengungkapkan: Kalian memang membutuhkan kami tapi sebagai pendamping, tidak sebagai direktur.Apa yang dapat saya katakan kepada ordo ke tiga sekular: “Kalian adalah ordo ke tiga sekular. Jadilah tetap sekular. Kalian tidak dapat menjadi seperti kami. Di dalam keluarga fransiskan, tempat kalian bukan di dalam biara atau di dalam gereja melainkan di luarnya, yaitu di dalam masyarakat. Tetaplah di dunia ramai.”“Ada bagian di dalam konstitusi ordo secular yang akan saya terapkan pada semua, yaitu pada permulaan konstitusi, agar ‘Melangkah dari Injil ke kehidupan dan dari kehidupan ke dalam Injil’. Bergeraklah antara kedua kutub ini. Ini penting bukan hanya bagi kalian tapi juga sangat penting bagi kita semua.”* Aspek-aspek pendidikan di dalam keluarga fransiskan“Untuk menjawab panggilan kita dan tuntutan jaman sekarang ini kita butuh pendidikan yang baik. Apa yang akan saya katakan berlaku juga bagi para suster Klaris.Tidak cukuplah hanya dengan contoh yang baik. Tentu contoh yang baik penting, tapi tidak cukup. Kita harus siap untuk masuk dalam dialog dengan budaya jaman ini. Dan pendidikan harus menyentuh dan membicarakan berbagai aspek dari kehidupan jaman ini, yaitu dimensi manusia, dimensi kristiani, dimensi karismatik dan dimensi intelektual.Juga dapat dikatakan bahwa pendidikan harus menyentuh pendidikan pribadi manusia. Pertama, yang berpusat di kepala kita; artinya, pendidikan harus memberi kita dimensi yang baru akan ide-ide atau konsep-konsep yang baru. Pusat kedua adalah hati; artinya, pendidikan harus juga menyentuh perasaan kita. Kalau tidak memperhatikan hati dan hanya kepala saja, maka pendidikan itu hanya teori saja, ideologis saja. Pusat ketiga yang harus disentuh pendidikan adalah tangan kita. Kita mempergunakan tangan kita untuk kehidupan yang biasa. Apa yang kita terima di kepala, kita internalisasikan di dalam diri kita sendiri dan mempraktekkannya melalui tangan kita. Pendidikan harus dapat dinyatakan dalam kehidupan. Yang terakhir adalah kaki kita. Kita perlu menggunakan kaki kita untuk berjalan, maka dalam hal ini pendidikan harus dapat membimbing kita menjalani kehidupan kita.”* Penutup“Teruskanlah kerjasama kalian itu. Kita saling membutuhkan. Hormatilah perbedaan-perbedaan di antara kita dan berilah tekanan kepada pendidikan. Terima kasih”. Demikian Father Jose mengakhiri pembicaraannya. **

Rabu, 18 Februari 2009

Ordo Fransiskan Sekular

DASAR DAN TUJUAN ORDO FRANSISKAN SEKULAR (SEJARAH)

ORdo Fransiskan Sekular terbuka untuk menerima imam sekular ,awam, janda, dan orang yang menikah menjadi anggotanya. Mereka disebut saudara - saudari pentobat. Mereka bermaksud hidup dengan pantas di tempat tinggal mereka dan menyibukkan diri mereka dengan pekerjaan-pekerjaan yang suci dan membebaskan diri dari kehampaan dunia ini
(Bernard dari Bessa, sekretaris santo Bonaventura)

Gerakan Fransiskan
Sejauh kita ketahui dan pelajari tentang hidupnya, Fransiskus hanya ingin mengikuti injil secara harfiah, dengan sepenuh hati dan dalam kedinaan. Orang -orang lain diinspirasikan oleh cara hidupnya dan digerakan oleh visi hidupnya. Hampir dalam waktu yang relatif singkat kelompok kecil pengikut Fransiskus bertumbuh menjadi suatu ordo besar yang memerlukan organisasi. Fransiskus memperhatikan setiap tahap perkembangan ordo yang disahkan oleh Bapa Suci. Anggaran dasar yang asali, yang merupakan suatu kumpulan teks injil , menjadi anggaran dasar yang final dan definitif tahun 1223, hingga kini ordo-ordo pertama fransiskan melaksanakan anggaran dasar itu.
Hampir genap 8 abad, ordo itu mengalami pertumbuhan turun naik. Ada masa orang begitu tertarik akan spiritualitas fransiskan . Ada pula saat lesu. Kini ada 3 cabang ordo pertama Fransiskus : OFM, OFMConv, OFMCap. Ketika Santa Klar dan perempuan lainnya mengikuti corak hidup Fransiskus ,ordo kedua didirikan , yang dikenal kini sebagai Ordo Klaris.
Beberapa anggota ordo ketiga Fransiskus bergabung bersama hidup dalam komunitas, mengucapkan tiga kaul; kemiskinan, kemurnian, dan ketaatan , serta menghayati anggaran dasar yang ditetapkan oleh paus. Karena itu , mereka disebut Ordo ketiga Regular (TOR) dan mencakup hampir semua suster fransiskan.
Anda sedang bersiap untuk masuk Ordo Fransiskan Sekular yang semula dikenal sebagai Ordo ketiga Sekular , yakni fransiskan yang hidup di dunia sebagai laki-laki dan perempuan awam.

Awal mula munculnya Ordo III ini
Dalam salah satu pengalaman istimewanya, Fransiskus bertemu seorang pedagang yang bernama Luchesio di kota Poggibonsi. Luchesio seorang yang agak keras. Dia mengatur uangnya amat hati-hati walau ia amat murah hati kepada orang miskin. Dia memberi penginapan kepada para peziarah dan membantu para janda serta yatim piatu . Fransiskus rupanya tidak mempengaruhi langsung pertobatannya, tetapi memberi dia dan isterinya, Bonna Donna,suatu norma hidup . Sesudah itu luchesio mengabdikan seluruh waktu nya untuk melaksanakan karya cinta kasih , khususnya memperhatikan orang sakit di rumah sakit . Dia memakai tunik yang kasar dari petani sederhana dengan tali mengitari pinggang. Ketika dia berada di rumah , dia bekerja di kebun kecil yang diperolehnya setelah menjual harta miliknya dan hasilnya dijual . Kalau cara hidup ini tidak memberikan kecukupan padanya, maka dia pergi keluar dan mengemis, meminta-minta.
sejumlah orang dengan semangat yang sama berkumpul bersama Luchesio. Fransiskus memberi para pengikut nya ini (kemudian disebut saudara -saudari Pentobat yang berarti mereka berbalik kepada Allah dari hidup penuh dosa dan kesia-sian) suatu peraturan hidup. Mereka berusaha untuk meniru dalam dunia cara hidup Fransiskus dan saudara - saudara nya. Setelah masuk ke dalam Persaudaraan , mereka berjanji pada diri mereka sendiri ;
* untuk mengembalikan segala barang yang diperoleh dengan tidak adil, yang dalam banyak hal berarti menyerahkan segala sesuatu
* untuk memberi sumbangan kepada Gereja dari penghasilan mereka .
* untuk menghindarkan mereka dari perebutan harta warisan di antara mereka
* untuk tidak mengangkat senjata dan tidak mengambil sumpah, kecuali dalam kasus-kasus luar biasa , dan tidak menerima jabatan umum.
Mereka memakai pakaian orang miskin dan khusus, dan membagi waktu mereka antara berdoa dan berbuat kasih . Pada umumnya mereka hidup dengan keluarga mereka , walau kadang -kadang , seperti saudara -saudara dina, mereka menarik diri kedalam keheningan.
Prinsip hidup mereka ini menyebabkan mereka berbeda pandangan dengan penguasa masyarakat. Di Faenza, misalnya, sebagian besar warga kota bergabung dengan Persaudaraan ini. Penguasa kota menghendaki mereka mengucapkan sumpah kesetiaan yang berisikan kewajiban untuk mengangkat senjata untuk berperang bila diperintahkan . Mereka menolak sebab mengangkat senjata untuk berperang berarti melawan anggaran dasar hidup mereka. Pertentangan segera menyebar luas ke seluruh Italia. Sebagai bentuk hukuman, kota-kota menetapkan pajak-pajak khusus bagi saudara -saudari inindan melarang mereka memberikan harta kekayaannya kepada orang miskin . Kardinal Hugolinus, teman baik Santo Fransiskus , membela mereka. Ketika dia menjadi paus, dia memerintahkan kaum klerus untuk berpihak pada saudara -saudari pentobat itu dan menjaga agar mereka tidak diperlakukan dengan semena-mena.
paus sendiri hendak mempersatukan persaudaraan - persaudaraan yang tersebar itu dalam satu tubuh. Sekitar tahun 1221, kardinal Hugolinus dan Fransiskus menulis Anggaran dasar pertama yang resmi untuk Ordo III. Kita tidak memiliki anggaran dasar ini, tetapi tentu saja anggaran dasar itu merupakan permulaan dari Anggaran dasar 1228 yang kita miliki.

Kesucian di dunia
Hampir genap 8 abad, perkumpulan orang - orang beriman ini telah berusaha menghayati hidup injili di dunia di bawah arahan Ordo Fransiskan sekular dan seturut anggaran dasar Fransiskus , yang telah disahkan dan disesuaikan oleh Gereja . Karena itu, persaudaraan itu adalah :
1. Satu persaudaraan orang - orang awam (klerus diosesan juga menjadi anggota );
2. Mengusahakan hidup injili di dalam dunia dalam lingkungan hidup orang awam sehari-hari;
3. Dengan mengikuti suatu anggaran dasar atau cara hidup ;
4. Dengan pendamping rohani dari cabang-cabang keluarga fransiskan atau orang -orang yang ditunjuk;
5. Direstui dan diterima oleh Gereja. Bagaimanapun, Fransiskus sebagai orang katolik, sungguh - sungguh berusaha untuk memperoleh pengakuan dari gereja pada saat banyak pembaru dalam imam yang benar atau tidak berusaha untuk membarui Gereja dengan menggugat struktur yang ada atau meninggalkan Gereja sama sekali.

Sungguh suatu ordo
Ordo Fransiskan Sekular dibebaskan dari persekutuan awam lainnya dalam Gereja dalam hal tujuannya yang pertama dan utama yakni berusaha untuk menghayati hidup injili. Kelompok - kelompok awam lain dibentuk dengan suatu tujuan khas. Sebagai contoh, "persaudaraan ajaran kristen " dibentuk dengan tujuan untuk memperkokoh ajaran agama. Sebagai ordo kaum awam, Ordo Fransiskan Sekular menekankan hidup persaudaraan , tekad pribadi akan kesucian hidup , kerasulan pribadi dan persaudaraan sebagai cara hidup dalam keadilan sosial dan perdamaian di antara semua orang .

Selasa, 17 Februari 2009

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya tetap jauh dari Aku (Mrk 7:6)

Aku merasa kalimat itu sangat perlu direnungkan, apakah aku juga seperti itu, aku memuliakan Allah dengan kegereja berdoa dan sebagainya tetapi tetapi apakah hatiku masih jauh dari Allah ?????

Sabtu, 07 Februari 2009

Asal ku jamah saja jubahNya, aku akan sembuh (Mrk5:28)

Kalimat ini mengingatkan ku pada saat akan menerima komuni ketika mengikuti sakramen ekaristi, tetapi mengapa kadangkala bukan kesembuhan yang terjadi tetapi malahan kekambuhan dari suatu penyakit yang sama terutama penyakit kecenderungan untuk berbuat dosa. seandainya aku membawa iman seperti si ibu yang mencari kesembuhan dengan hanya menjamah Jubah Yesus pada saat setiap menerima Komuni mungkin akupun akan menjadi sembuh............semoga